Selasa, 03 Maret 2015

Otak dan Sistem Syaraf

Kemampuan seorang anak untuk berkembang baik secara fisik maupun mental, banyak ditentukan oleh perkembangan sistem syaraf yang berangsur-angsur. Sistem syaraf terdiri dari otak dan batang- syaraf (sistem pusat syaraf) dan jaringan syaraf yang berhubungan dengan otak (sistem peripheral). Lihat diagram di bawah. Sistem syaraf mengatur gerakan-sadar maupun gerak-tak-sadar organ dalam, misalnya sistem pencernaan.

Perkembangan Sistem Syaraf
Sistem syaraf terdiri dari bermilyar sel syaraf yang mendeteksi informasi dari dalam dan luar tubuh seorang anak. Hubungan antar- sel syaraf belum dewasa pada saat dilahirkan. Sementara otak yang menerima dan mengirim pesan dari/ke jaringan syaraf, baru berkembang sebagian. Sistem syaraf menjadi dewasa secara berangsur-angsur, membuat seorang anak bisa mengatur organ-organ tubuhnya (termasuk kandung kemih) dan mengembangkan kemampuan dalam arti luas, termasuk berjalan dan berbicara.

Otak dan Sistem Syaraf

Gejala-gejala
Gangguan sistem syaraf yang paling umum pada anak-anak adalah pingsan atau hilang kesadaran. Kejang (atau ayan) lebih banyak terjadi pada bayi daripada pada anak-anak, dan harus selalu diteliti. Keterlambatan dibandingkan dengan Pedo-man perkembangan kemampuan. mungkin menandakan adanya suatu kelainan.


0 komentar:

Posting Komentar