Semua gerakan tubuh dari organ-dalam dilakukan oleh-otot. Hal itu terjadi akibat kontraksi ribuan serabut otot yang menimbulkan gerak. Ada 2 jenis otot; otot sadar, yang mengatur gerakan tubuh, dan otot-tak-sadar yang bertanggung-jawab atas gerakan organ- dalam tubuh (misalnya pencernaan yang bekerja teratur mendorong makanan melintasi usus). Otot akan membesar akibat bekerja, olahraga akan meningkatkan aliran darah dalam otot, membuatnya membesar, dan meningkatkan efisiensi kimiawinya. Seorang bayi lahir dengan reaksi naluriah yang dikenal sebagai refleks, yang secara berangsur-angsur akan menghilang, begitu sistem syaraf pusat dan otot-ototnya sudah berkembang. Hal ini memungkinkan seorang anak semakin bisa mengendalikan alat tubuhnya.
Bagaimana Otot Tumbuh
Sejak masih dalam kandungan, bayi sudah senantiasa bergerak sampai saat dilahirkan, berarti semua otot telah ada, namun belum berkembang penuh dan membutuhkan makanan bergizi, olahraga, dan hormon untuk matang dengan wajar. Di masa remaja, hormon pria meningkat dan memperkuat otot anak laki-laki. Olahraga adalah inti pertumbuhan otot yang baik; tanpa itu otot akan mengecil. Anak-anak yang aktif secara fisik akan lebih kuat dan koordinasi ototnya akan lebih baik daripada yang kurang aktif.
Gejala-gejala
Otot-otot yang kurang atau terlalu sering dipakai lebih rawan terhadap kerusakan. Otot yang jarang dipakai, akan mengerut dan melemah. Semakin lama tak digunakan akan semakin melemahkannya. Kerusakan otot akibat penggunaan berlebihan umumnya berbentuk nyeri, kaku, dan kadang-kadang merah dan bengkak. Otot juga bisa melemah atau nyeri akibat infeksi virus. Lihat juga diagram berikut: 14 De-mam pada anak-anak, 26 Bercak disertai demam, 45 Nyeri di lengan atau kaki, 46 Nyeri persendian, 47 Masalah-masalah kaki.
0 komentar:
Posting Komentar